Semua itu hanya kata yang tak pernah
bisa aku ungkapkan dengan apapun caranya, mungkin jika orang tau apa yang
sebenarnya aku rasa, meraka akan berkata aku bodoh dan pengecut. Tapi cintaku
bukan sekedar kata, bukan juga sebatas rindu yang terpendam. Cintaku adalah
muara dari rasa yang mengaliri alur cerita, adalah sinar yang memencar dalam
aroma kegembiraan jiwa. Dan aku tak ingin menodainya dengan hitamnya rasa
terbuang.
Aku tetap disini, selalu memandangmu
dari sudut ruang ini. Memandangmu dari seberang lapangan upacara juga dibalik
jendela. Beruntung mataku masih baik
jadi aku masih dengan jelas melihat tingkah lincahmu disebrang sana. Sampai
saat ini pun hanya bisa memandangmu saja, karna aku sungguh tak ingin menyakitimu
juga menyakiti diriku sendiri. Intensitas pertemuanku denganmu yang semakin
hari semakin sering membuatku kalang kabut atasi jantung yang terkadang tak
bersahabat dengan mengajak keringat sebagai teman untuk tanda aku grogi............................
to be continue...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar